Menjelang sore, saya tiba di Pantai Parangtritis. Angin laut bertiup cukup kencang, membawa aroma asin yang khas. Di kejauhan, ombak bergulung tanpa henti, sementara pengunjung berjalan menyusuri garis pantai.

Parangtritis terkenal dengan pasir hitamnya dan ombak besar yang langsung menghadap Samudra Hindia. Pantai ini tidak seperti pantai tropis dengan air tenang—Parangtritis terasa lebih liar dan kuat.

Di sepanjang pantai, ada penyewaan ATV, kuda, hingga pedagang makanan kecil. Anak-anak berlarian, pasangan duduk di pasir, dan beberapa orang hanya berdiri memandangi laut.

Namun Parangtritis juga dikenal karena cerita-cerita spiritual. Bagi masyarakat Jawa, pantai ini lekat dengan legenda Ratu Kidul, penguasa laut selatan. Banyak orang datang bukan hanya untuk berwisata, tapi juga untuk merenung atau berdoa.

Menariknya, suasana pantai tetap terasa tenang meski ramai. Mungkin karena ruangnya luas, atau karena orang datang dengan niat yang berbeda-beda: ada yang ingin bermain, ada yang ingin diam.

Saat matahari mulai turun, langit berubah jingga. Siluet orang-orang di tepi pantai terlihat sederhana tapi indah. Parangtritis tidak menawarkan kemewahan, tapi memberi ruang untuk berhenti sejenak dari hiruk pikuk.

Saya pulang dengan perasaan ringan. Seperti banyak tempat di Yogyakarta, Parangtritis tidak memaksa untuk dinikmati—ia hanya hadir, dan membiarkan kita merasakannya sendiri.

Rencanakan perjalanan

Pilih area menginap di Yogyakarta sebelum berangkat

Kenali kawasan yang sesuai dengan agenda perjalanan, lalu periksa pilihan hotel dan ketersediaan terbarunya.

Lihat panduan penginapan
Khas Tugu Hotel DAERAH ISTIMEWA YOGYAKARTA Grand Tjokro Yogyakarta DAERAH ISTIMEWA YOGYAKARTA Bohemian Jogja Villas With Private Pool DAERAH ISTIMEWA YOGYAKARTA
Lokasi: Daerah Istimewa Yogyakarta, Kabupaten Bantul
Terbit: 05 Feb 2026 03:54
Penulis: Administrator
Dibaca: 148 views