Surabaya sering menjadi kota persinggahan. Orang tiba melalui stasiun atau bandara, menyelesaikan urusan kerja, lalu melanjutkan perjalanan ke Malang, Batu, atau Bromo. Padahal, kalau mau memberi waktu sedikit lebih lama, Surabaya punya cerita yang tidak kalah menarik untuk dijelajahi.
Di sini, jejak perjuangan, kawasan perdagangan lama, bangunan bersejarah, kampung-kampung, dan kuliner yang berani rasa hidup berdampingan dengan jalan raya, perkantoran, serta kesibukan kota modern. Justru perpaduan itulah yang membuat Surabaya berbeda dari kota wisata lain di Jawa Timur.
Mengapa Surabaya Dijuluki Kota Pahlawan?
Julukan Kota Pahlawan berkaitan erat dengan peristiwa Pertempuran Surabaya pada November 1945. Perjuangan mempertahankan kemerdekaan itu kemudian dikenang melalui peringatan Hari Pahlawan setiap 10 November.
Bagi pengunjung, sejarah tersebut bukan sekadar tulisan dalam buku. Ada tempat-tempat yang dapat membantu kita memahami suasana dan perjuangan masa itu, terutama kawasan Tugu Pahlawan dan Museum Sepuluh Nopember.
Tugu Pahlawan dan Museum Sepuluh Nopember
Kalau baru pertama kali menjelajahi Surabaya, Tugu Pahlawan layak menjadi titik awal. Monumen ini merupakan salah satu simbol kota yang paling dikenal. Tidak jauh dari monumennya, Museum Sepuluh Nopember menyimpan kisah dan koleksi terkait pertempuran 1945.
Jangan hanya datang untuk mengambil foto di depan tugu. Sisihkan waktu untuk membaca penjelasan koleksi dan memahami hubungan antara peristiwa nasional dengan kisah warga Surabaya. Pengalaman seperti ini membuat kunjungan terasa lebih bermakna.
Jika hendak masuk museum, periksa kembali jam operasional dan ketentuan kunjungan melalui kanal resmi karena informasi tersebut dapat berubah.
Kota Lama Surabaya: Menyusuri Jejak Perdagangan dan Perjumpaan Budaya
Kota Lama memperlihatkan wajah Surabaya yang berbeda. Di sekitar Jalan Rajawali dan Jembatan Merah, pengunjung dapat menemukan arsitektur bersejarah serta jejak kawasan perdagangan yang berkembang dalam waktu panjang.
Pemerintah Kota Surabaya mengembangkan kawasan Kota Lama dengan beberapa zona berkarakter, seperti Eropa, Pecinan, Arab, dan Melayu. Pembagian ini menunjukkan bahwa sejarah Surabaya dibentuk oleh pertemuan banyak masyarakat, bukan satu kelompok saja.
Berjalan di kawasan ini paling menyenangkan bila tidak terburu-buru. Perhatikan fasad bangunan, sudut jalan, dan aktivitas warga yang masih berlangsung. Kawasan heritage bukan hanya latar foto: di balik bangunannya ada cerita pelabuhan, perdagangan, serta perjalanan masyarakat yang membentuk kota.
Saat berkunjung, hormati aktivitas penghuni dan usaha yang ada. Tidak semua bangunan tua dapat dimasuki wisatawan.
Jalan Tunjungan: Surabaya yang Hidup dari Dulu sampai Sekarang
Jalan Tunjungan punya tempat tersendiri dalam ingatan banyak warga Surabaya. Kawasan ini mempertemukan bangunan lama, ruang komersial, kuliner, dan kehidupan perkotaan yang terus berubah.
Datanglah dengan waktu cukup untuk berjalan santai, memperhatikan detail arsitektur, lalu mencari tempat makan atau minum di sekitarnya. Suasananya berbeda antara siang dan malam. Pilih waktu sesuai kegiatan yang ingin dinikmati dan tetap perhatikan kondisi lalu lintas serta kenyamanan berjalan kaki.
Jalan Tunjungan juga menarik sebagai pengingat bahwa wisata Surabaya tidak selalu harus berupa taman hiburan. Kadang yang paling berkesan justru menyusuri jalan kota dan melihat bagaimana warganya beraktivitas.
Wisata Lain yang Bisa Dimasukkan ke Rencana
Bila masih punya waktu, Surabaya menyediakan pilihan pengalaman lain. Kawasan Ampel dapat menjadi pintu masuk untuk mengenal wisata religi dan suasana perdagangan di kampung bersejarah. Wisata Perahu Kalimas menawarkan sudut pandang berbeda terhadap kawasan kota dari jalur sungai. Ada pula taman kota, ruang publik, dan wisata keluarga yang dapat dipilih menurut kebutuhan perjalanan.
Untuk aktivitas tertentu seperti wisata perahu atau tur kota, cek jadwal, rute, tiket, dan prosedur pemesanan terbaru melalui kanal pariwisata resmi Surabaya sebelum datang. Jangan menyusun perjalanan seolah setiap aktivitas selalu tersedia kapan saja.
Kuliner Surabaya: Rasa Petis, Kuah, dan Jajanan yang Khas
Menjelajahi Surabaya rasanya belum lengkap tanpa mencoba kuliner lokal. Ada beberapa hidangan yang sudah lama lekat dengan kota ini.
Rujak cingur memadukan sayuran, buah, lontong, tahu, tempe, serta cingur atau bagian moncong sapi dengan bumbu kacang dan petis. Rasanya kompleks: gurih, manis, pedas, dan segar dapat hadir dalam satu porsi. Bila belum terbiasa dengan cingur, tanyakan komposisi kepada penjual terlebih dahulu.
Lontong balap merupakan pilihan lain yang sangat identik dengan Surabaya. Sajian ini biasanya menghadirkan lontong, taoge, tahu, kuah, dan pelengkap seperti lentho serta sambal petis. Karakternya terasa lebih ringan dibanding rujak cingur, tetapi tetap memiliki cita rasa yang khas.
Tahu tek juga layak dicari, terutama untuk pencinta jajanan berbumbu petis. Tahu, lontong atau kentang, dan pelengkapnya disiram bumbu yang diracik sesuai gaya penjual. Bagi yang suka hidangan berkuah, rawon dapat menjadi alternatif untuk merasakan kekayaan rasa Jawa Timur.
Daripada mengejar semua tempat makan dalam satu perjalanan, pilih dua atau tiga hidangan dan beri waktu untuk menikmatinya. Jika memungkinkan, bertanya kepada warga sekitar sering membuka rekomendasi warung yang tidak selalu muncul dalam daftar viral.
Rencana Singkat Menjelajahi Surabaya Sehari
Pagi: mulai dari Tugu Pahlawan dan Museum Sepuluh Nopember. Sisihkan waktu untuk memahami cerita sejarahnya, bukan hanya berfoto.
Menjelang siang: lanjutkan ke Kota Lama di sekitar Jalan Rajawali atau Jembatan Merah. Perhatikan lokasi bangunan yang dapat dikunjungi dan pilih rute berjalan kaki yang nyaman.
Siang: istirahat sambil mencari lontong balap, rujak cingur, atau hidangan khas Surabaya lainnya.
Sore hingga malam: nikmati suasana Jalan Tunjungan. Jika ingin memasukkan wisata perahu atau kegiatan khusus lainnya, sesuaikan rute dengan jadwal resmi dan waktu perjalanan.
Rencana ini hanyalah contoh alur. Surabaya merupakan kota besar dengan lalu lintas yang dapat memengaruhi waktu tempuh. Tidak perlu memaksakan semua titik bila waktu terbatas.
Tips agar Kunjungan ke Surabaya Lebih Nyaman
Surabaya dapat terasa panas, terutama saat berjalan di ruang terbuka pada siang hari. Siapkan air minum, pelindung dari matahari, dan sepatu yang nyaman. Untuk wisata museum atau kawasan heritage, usahakan datang dengan waktu luang agar tidak hanya berpindah dari satu spot foto ke spot lain.
Gunakan peta dan informasi transportasi terbaru sebelum berpindah kawasan. Jika menggunakan angkutan umum, periksa rute aktif melalui layanan resmi. Perhatikan pula bahwa Kota Surabaya berbeda secara administratif dari Kabupaten Sidoarjo, Kabupaten Gresik, Kota Malang, maupun Kota Batu meski perjalanan wisata sering menghubungkan beberapa wilayah tersebut.
Surabaya Layak Dikenal Lebih dari Sekadar Kota Besar
Daya tarik Surabaya bukan hanya pada satu monumen atau satu makanan. Di sinilah cerita perjuangan nasional bertemu sejarah perdagangan, keberagaman budaya, dan kehidupan warga kota hari ini.
Kalau punya kesempatan berkunjung, beri waktu untuk mendengar kisah tempatnya, mencoba kuliner lokal, dan melihat Surabaya dari sudut yang tidak selalu tampak saat terburu-buru melewatinya.
Surabaya punya banyak cerita. Dan kita baru mulai mengenalnya.